My Diary.
to Share my Life Events

Multicultural??

Pendidikatan Multicultural

Sebelum kita membahas tentang pendidikan multicultural itu sendiri kita juga harus melihat masyarakat di sekitar kita. Apakah seseorang dari ras yang berbeda diterima oleh mereka? Apakah perbedaan diantara ras itu dihargai? Ketika kita melihat adanya tentang perbedaan ini kita seharusnya dapat menghargai tentang perbedaan itu. Karena setiap orang diciptakan berbeda, jikalau kita diciptakan semua sama tentunya hidup kita tidak akan banyak bewarna.
                Pendidikan multicultural adalah sebuah pendidikan dimana kita diajarkan untuk dapat menghargai perbedaan dan mewadahi beragam perspektif dari berbagai kelompok kultural. Didalam pendidikan ini kita diajarkan untuk dapat mengerti bahwa setiap manusia itu berbeda dan ktia harus menghargainya dan semua murid itu harus disama ratakan, tidak ada yang namanya orang hitam, cina, bule, dan lain sebagainya. Selain kita membahas tentang ras kita juga tidak boleh membedakan seseorang dari status ekonomi, gender, dan status sosial. Pembelajaran dari sebuah pelajaran juga seharusnya tidak boleh mengandung arti diskriminasi, rasisme, dan SARA. Larangan tersebut bukanlah membuat kita menjadi sensitive terhadap isu tersebut, malah seharusnya membuat kita lebih peduli dan lebih peka terhadap isu tersebut.

                Pendidikan multicultural adalah sebuah mata pelajaran dimana pembimbing harus mengajarkann hal yang relevan secara kultural kepada murid-muridnya untuk membuat pengajaran lebih efektif. Pendidikan multicultural mengajarkan kita untuk berpusat kepada isu, dimana murid-muridnya dilatih untuk dapat mengerti dan berpikir secara sistematis mengenai masalah yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan sosial. Setelah kita mengajari anak mengenai permasalahan atau isu-isu yang beredar, kita juga harus mengajarkan mereka untuk dapat bekerja sama antar golongan yang berbeda. Sebagai contohnya seorang psikolog yang bernama Eliot Aronson mengembangkan sebuah konsep yang dinamakan Kelas Jigsaw. Kelas jigsaw ini merupakan kelas dimana sebagian dari murid-muridnya memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan dari setiap individu tertsebut yang memiliki latar belakang yang berbeda digabungkan menjadi sebuah tim yang akan ditugaskan oleh guru mereka untuk memperoleh sebuah tujuan yang sama.
                Sekarang pembahasan mengenai kontak personal dengan orang lain yang memilki latar belakang yang berbeda. Sebuah hubungan sangatlah penting untuk dapat membuat sebuah koneksi antar individu semakin erat, terutama bila mereka datang dari sebuah kelas yang berbeda. Jika terjadi sebuah kondisi dimana seseorang dari kelas yang berbeda bertemu dengan kelas yang berbeda juga sering kali kita melihat sebuah kecanggungan diantara mereka, terkadang juga kita melihat sebuah tembok yang tak terlihat berada diantara mereka. Nah, ketika hal ini terjadi sebuah percakapan mengenai keseharian dirumah dapat memecahkan tembok tersebut dan membuat mereka bertambah 1 teman dari sebuah golongan yang berbeda. Perspektif juga merupakan sebuah hal yang penting dalam pendidikan multicultural ini karena jika kita melihat seseorang dari sudut pandang kita sendiri maka misperception pun akan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu ketika kita menilai seseorang atau suatu tindakan maka kita harus melihat dari sudut pandang mereka juga. Bisa jadi dari sebuah etnis atau sebuah ras telanjang dan menunjukkan payu dara merupakan kewajaran, bahkan mereka menjunjung tinggi hal tersebut. Jika kita beradu pendapat dengan perspektif yang kita pertahankan maka kita akan pastinya kehilangan sesuatu.
                Bias, bias merupakan sesuatu yang wajar disetiap orang. Masing-masing persepsi seseorang juga dapat terbiaskan oleh sesuatu. Maka kita yang seharusnya menjadi seorang pengajar yang berlandaskan ilmu psikologi kita haruslah dapat mencegahnya dengan menaruh ruangan kelas dengan berbagai poster dimana isi poster itu berupa kata-kata motivasi dari setiap etnis yang berbeda, kita juiga dapat menaruh sebuah gambar dimana terdapat banyak orang dari kelompok yang berbeda bersatu untuk melakukan sesuatu, membantu siswa untuk menolak steriotip yang ada di masyarakat, dan yang terakhir dukunglah siswa untuk mengikuti sebuah kegiatan atau aktifitas yang dimana mereka akan bersosialisasi dengan etnis atau golongan lain. Pembuatan sebuah kegiatan charity merupakan alternatif dimana murid akan berinteraksi dengan individu lain dan membantu mereka dalam segi toleransi dan penghilangan bias.

                Sudah seharusnya setiap manusia sekarang untuk bangun dan memulai sebuah masyarakat yang produktif, yang dapat saling membantu antar sesama manusia walaupun berbeda Suku, Adat, Ras, dan Agama (SARA). Kita sebagai mahasiswa Psikologi juga harus memiliki peran untuk mendidik generasi berikutnya dalam membangun sebuah masyarakat yang ideal ini dimana perselisihan, pertikaian, dan permasalahan yang dilandaskan atau didasarkan oleh SARA menjadi hilang sehingga masyarakat dapat menerima perbedaan-perbedaan yang ada
Anthony Suyapmo Anthony Suyapmo Author