My Diary.
to Share my Life Events

Apa itu Belajar?


Belajar
Apakah kita tahu tentang apa yang dimaksud dengan belajar itu? Apa kita tahu bahwa banyak cara atau metode belajar? Belajar sebenarnya apasih? Nah marilah kita membahas tentang belajar. Menurut anda belajar pastilah dimana kita membaca sebuah buku untuk dapat mengetahui sesuatu. Disitulah persepsi kita selama ini salah. Masyarakat berpikir bahwa belajar selalu menggunakan buku dan dituntutnya kita untuk dapat mengerti sesuatu. Belajar sebenarnya memiliki arti dimana ketika kita tidak mengerti sesuatu kemudian menjadi mengerti hal tersebut, itulah yang dinamakan belajar. Sebagai contoh kita ambil. Ketika kita diputuskan oleh pacar kita sendiri kita merasa sedih, kita merasa hampa, kita merasa tidak ada yang bakal mengerti diriku lagi, dan lain sebagainya. Tetapi ketika kita membuka mata kita, kita melihat bahwa masih ada dan masih banyak orang yang dapat mengerti kita. Seperti yang orang katakana “There’s still plenty of fish in the sea”, kata-kata tersebut memiliki arti, masih banyak kok cewek di dunia ini. Disanalah kita belajar untuk mengetahui bahwa dirinya bukan yang tepat untuk kita, kita belajar untuk melepaskan, kita belajar bahwa sannya sebuah hubungan itu tidak selamanya akan bertahan dan tidak selamanya haris dipertahankan. Berikut adalah sebuah contoh Belajar didalam dunia nyata. Nah, setelah mengetahui mengenai belajar marilah kita mengetahui arti dari Stimulus. Stimulus itu sendiri memiliki arti apa yang membuat kita bergerak atau apa yang merangsang kita. Hasil dari rangsangan atau stimulus itu adalah sebuah tindakan atau biasa disebut dengan Respond.
                Nah setelah kita mengetahui belajar itu marilah kita membahas tentang beberapa metode pembelajaran. Sebagai metode yang paling awal yaitu:
Classical conditioning atau yang beberapa orang menyebutnya pavlovian. Nah dalam metode ini sebuah stimulus dikaitkan dengan sebuah stimulus lainnya maka dia akan menghasilkan sebuah respon. Pengaitan Unconditioned stimulus akan dikaitkan dengan Neutral stimulus akan menghasilkan Unconditioned respond, bila dilakukan terus menerus maka dengan adanya sebuah Neutral stimulus saja maka UCR pun akan muncul. Kondisi tersebut akan berubah menjadi Conditioned Stimulus akan menghasilkan Conditioned respons. Yang diinginkan dari metode ini adalah agar sebuah respond dapat dimunculkan atau dikaitkan dengan sebuah stimulus sehingga penghilangan sebuah stimulus yang lainnya akan tetap dapat menghasilkan sebuah respon yang diharapkan. Sebagai contoh anjing Pavlov yang sudah terkenal, contoh lainnya adalah kita aggap bahwa “Mawar” adalah seorang anak yang terlahir di sebuah keluarga. Di dalam keluarga ini terdapat seorang ayah yang abusive terhadap anaknya. Ketika ayahnya pulang dari kerja dia akan membanting pintu dan langsung pergi ke ruangan Mawar untuk mencari dia dan memukulnya. Ketika mendengar bahwa ayahnya pulang Mawar akan segera bersembunyi. Jika kejadian ini diulang terus maka akan terjadi sebuah kejadian dimana. Bila pintu terbanting sendirinya, mawar yang berada dikamarnya akan langsung bersembunyi dan ketakutan. Jika kita jabarkan maka UCSnya adalah ayah yang abusive, Neutral stimulusnya adalah bantingan pintu, UCRnya adalah bersembunyi dan ketakutan. Ini adalah sebuah contoh dari classical conditioning
                Setelah pembahasan mengenai classical conditioning marilah kita membahas tentang Operant conditioning. Dalam operant conditioning pemantapan dari sebuah respond itu dikuatkan dengan adanya reward tertentu. Pembagian reinforcementnya ada 4. Marilah kita membahas mereka:
·        

●Fixed ratio

Fixed ratio adalah sebuah penguatan dimana seseosang akan diberikan hadiah bila pada point tertentu dia mencapai apa yang telah ditetapkan oleh si pemberi. Sebagai contoh pemberian permen kepada seseorang setiap dia mencuci piring 2x sehari.


·
●Variable ratio

Penguatan ini diberikan melalui imbalan dan imbalan ini akan diberikan ketika suatu ketetapan yang telah ditentukan tercapai. Tetapi pemberian tidaklah selalu akan diberikan tetapi pemberian ini akan diberikan melalui metode acak jika mereka dapat menyelesaikannya. Contoh, ketika kita melihat mesin slot di casino. Mesin slot itu menggunakan sebuah metode variable ratio dimana ketika kita memutar tuasnya kita ada kemungkinan untuk mendapatkan uang yang ada tetapi tidak selalu mendapatkannya ketika memutar tuas tersebut.

·
●Fixed interval

Penguatan ini bersifat periode, karena setiap masa tenggang yang telah diberikan dan pada saat batas waktu telah tercapai maka pemberian hadiahpun akan diberikan. Sebagai contoh, seorang anak yang akan diberikan makanan favoritnya setiap 2 minggu sekali.

·
● Variable interval

Penguatan ini adalah penguatan yang setidaknya relatif bagus dibandingkan penguatan yang lainnya karena penguatan ini menggunakan waktu untuk pemberian hadiah tetapi waktu tersebut tidak ditentukan.berikut grafik yang menunjukkannya



Setelah kita mempelajari tentang penguatan atau reinforcement kita juga harus mengerti kapan kita harus memberikan penguatan ini agar penguatan berjalan dengan efisien dan sesuai dengan yang kita harapkan. Penguatan agar dapat berjalan dengan baik kita perlu memerhatikan timing dan konsistensi penguatan. Timing adalah sesuatu yang penting dimana kita perlu mengetahui kapan saatnya yang tepat untuk memberikan penguatan, jika penguatan diberikan pada waktu yang tidak tepat maka penguatan itu sendiri akan gagal. Selain timing konsistensi penguatan juga harus diperhatikan, bila kita sedang mendidik seorang anak untuk menggosok gigi dimalam hari maka kita harus menekankan dia agar menggosok gigi dan bila dia tidak menggosok gigi maka kita juga harus menghukum dia dan bukan memaafkan dia karena tindakan ini.
Anthony Suyapmo Anthony Suyapmo Author