My Diary.
to Share my Life Events

Apa itu test?




Didalam hidup kita, terutama ketika kita sedang sekolah pada dulunya. Pernahkah setelah mempelajari mengenai sesuatu dan diumumkan oleh guru mengenai ujian yang akan diadakan secepat mungkin? Tanpa perlu anda jawab, tentu jawabannya pasti “Iya”. Kenapa saya bisa menebak hal tersebut? Sebenarnya hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang sangatlah menakjubkan untuk dapat ditebak. Tujuan dilakukanlah Ujian tersebut merupakan sesuatu yang diperuntukkan agar dapat mengetahui batas pemahaman kita mengenai sesuatu. Ujian juga dapat disebut dengan tes. Tes pada hakikatnya adalah serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dijawab atau dikerjakan oleh pserta didik yang hasilnya digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik. Sebagai alat pengukuran dalam evaluasi, tes memberikan data kuantitaif.
Tujuan Tes
Tes bukanlah hanya sesuatu yang dilakukan untuk kesenangan. Mungkin ada yang berpikir “Kenapa tes perlu dilakukan? Apakah guru hanya ingin menyiksa kita?”. Hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang dipikirkan oleh seseorang yang awam mengenai makna dan tujuan dari tes itu sendiri. Tujuan tes dalam pembelajaran adalah menyediakan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian dalam proses pembelajaran, sehingga dapat diambil keputusan menganai tindak lanjut apa yang harus dilakukan terhadap peserta didik.


Setelah kita mengerti mengenai tujuan dan difinisi dari tes yang telah dijabarkan. Jadi sebenarnya tujuan dan fungsi dari tes itu sebenarnya apa? Apa fungsi diadakannya sebuah test?. Fungsi dari tes itu sendiri adalah
1.            Tes Formatif (Formative Test)
Diberikan secara periodik untuk memantau kemajuan belajar peserta didik selama ptoses pembelajaran berlangsung dan untuk memberi umpan balik (feed back) guna penyempurnaan programpembelajaran. Digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yg memerlukan perbaikan agar pembelajaran menjadi lebih baik. Tes formatif umumnya mengacu pada suatu kriteria sehingga sering disebut Tes Acuan Kriteria (Criterion Referenced Test)
2.      Tes Penempatan (Placement Test)
Diberikan pada awal tahun pelajaran sebagai proses untuk mengukur kesiapan peserta didik dan mengetahui tingkat pengetahuan yang dicapai sehubungan denngan program pembelajaran yang akan ditempuh. Maksud tes ini adalah untuk menempatkan peserta didik sesuai tingkat pengetahuan yang dicapai atau dimiliki. Tes ini disebut juga Tes Acuan Norma (Norm Referenced Test) karena mengacu pada morma tertentu.
3.      Tes Diagnostik (Diagnostic Test)
Bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajat paserta didik dan mengupayakan perbaikannya. Tes diagnostik memerlukan sejumlah soal yang bervariasi dan difokuskan pada pokok-pokok bahasan atau sub pokok bahasan yang diperkirakan melupakan kesulitan siswa. Tujuannya untuk memperoleh informasi bagian-bagian tertentu dari suatu pokok bahasan yang belum dikuasai oleh peserta didik. Atas dasar informais tsb maka dapat diupayakan perbaikan (remidial) oleh guru.
4.      Tes Sumatif (Summative Test)
Biasanya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan. Test ini bertujuan untuk memberikan nilai yang menjadi dasar untuk mengambil keputusan apakah siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak. Ruang lingkup tes sumatif harus luas dan mencakup seluruh bahan yang diprogramkan sepanjang tahun atau sepanjang jenjanng pendidikan. Tingkat kesukarannya pun perlu bervariasi.
5.      Tes seleksi
Tes ini berujuan untuk memilih atau menyaring peserta didik yang memiliki prestasi yang cukup tinggi. Biasanya digunakan untuk sekesi masuk perguruan tinggi, penerimaan beasiswa, dll. Tes seleksi harus memiliki tingkat kesukaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan tes prestasi belajar. Tes seleksi harus berada di tingkat atas kesukaran rata-rata dari soal tes sumatif.

Setelah kita melihat mengenai test. Kita akan melewati tahap berikutnya yaitu, Evaluasi. Apa maksud dari evaluasi itu sendiri? Evaluasi adalah proses dimana hasil kerja kita dipertimbangkan, diteliti, ditelaah, dan juga diproses. Dalam proses evaluasi data dari tes akan dipakai untuk menjadikan input kedalam suatu sistem yang kemudian akan menghasilkan output berdasarkan tes yang telah dilakukan. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu : input, transformasi dan output. Nah, jadi apa sebenarnya fungsi dan maksud dari Evaluasi itu sendiri?
Evaluasi memiliki beberapa fungsi yaitu ;
  • ·         Fungsi selektif
  • ·         Fungsi diagnostic
  • ·         Fungsi penempatan
  • ·         Fungsi keberhasilan

Maksud dari dilakukannya evaluasi adalah ;

  • ·         Perbaikan system
  • ·         Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat
  • ·         Penentuan tindak lanjut pengembangan.


Menurut Mantra (1997), evaluasi secara umum dibedakan atas :
  • ·         Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada saat merencanakan suatu program dengan tujuan menghasilkan informasi yang akan dipergunakan untuk mengembangkan program agar program sesuai dengan masalah atau kebutuhan masyarakat.
  • ·         Evaluasi proses adalah proses yang memberikan gambaran tentang apa yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan keterjangkauan elemen fisik dan struktural dari program tersebut.
  • ·         Evaluasi sumatif yaitu memberikan pernyataan efektif suatu program selama kurun waktu tertentu dan dimulai setelah program berjalan.
  • ·         Evaluasi dampak program yaitu menilai keseluruhan efektifitas program dalam menghasilkan target sasaran.
  • ·         Evaluasi hasil yaitu menilai perubahan-perubahan atau perbaikan dalam hal morbiditas, mortalitas atau indikator status kesehatan lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu.


Manfaat Evaluasi Pembelajaran
  • ·         Ada tujuan juga pasti ada manfaat, berikut ini manfaat dari dilakukannya evaluasi pembelajaran.
  • ·         Kurikuler, sebagai pengukur apakah tujuan mata pelajaran telah tercapai atau belum.
  • ·         Instruksional, sebagai alat ukur apakah proses belajar mengajar telah berjalan sesuai rencana.
  • ·         Placement, melakukan penempatan yang sesuai kepada siswa tentang pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya
  • Diagnostik, sebagai alat diagnostik untuk mengetahui kelemahan siswa dan memberikan solusi penyembuhan atau penyelesaian kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan. 
  • Administratif BP, sebagai input bagi bagian BP untuk membantu mengarahkan siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar.






Anthony Suyapmo Anthony Suyapmo Author